www.gitaralfian.co.cc »

Sabtu, 07 Juni 2008

Salah Kampung

Kejadian menjengkelkan ini terjadi pada sohib kita Jon Koplo serta teman-temannya, Denok Cinta dan Gendhuk Sara. Mereka adalah siswa-siswi salah satu SMA di Prambanan
Di sekolah mereka ada program baru dalam rangka menunjang pelajaran olahraga, yakni berolahraga di tempat kebugaran alias fitness.
Kebetulan hari itu kelas mereka mendapat jadwal untuk fitness di tempat yang sudah ditentukan oleh guru olahraga mereka.
Dan kebetulan ini baru kali pertama bagi mereka untuk berlatih fitness.
Begitu bel jam pelajaran olahraga mulai, mereka langsung menyiapkan sepeda motor masing-masing untuk segera menuju ke tempat fitness, termasuk Jon Koplo yang akan bersiap-siap memboncengkan teman-teman ceweknya yang nggak pada bawa motor.
”Ayo, Plo, mangkat saiki wae. Kae cah-cah wis padha mangkat kabeh!” pinta Denok Cinta.
”Mengko ndhak selak ketinggalan. Aku ora ngerti lho nggone neng ngendi!” imbuh Gendhuk Sara.
Wis tenang wae, aku mudheng. Mung cerak kok, nggone neng Kampung Sewu,” jawab Koplo santai.
Mereka pun berangkat telon dengan sepeda motor Koplo.
Namun celakanya, setelah mereka mubeng munyer di daerah Kampung Sewu, mereka tidak menemukan teman-teman mereka maupun tempat fitness dimaksud meski telah bola-bali berhenti dan tanya ke orang-orang yang mereka temui di pinggir jalan.
Bali wae neng kelas, timbang dhewe mubeng-mubeng ora karuan ngene!” usul Gendhuk Sara.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke sekolah.
Setelah agak lama, teman-teman mereka pun sudah datang dan menanyakan mengapa mereka bertiga tidak datang.
”Tak cari tempatnya kok nggak ketemu? Padahal aku sudah mubeng-mubeng di Kampung Sewu,” jawab Koplo.
Sontak teman-temannya tertawa terbahak-bahak, Mbok nganti suk bakda ya nggak bakalan ketemu. Wong tempatnya di Kampung Baru kok dicari di Kampung Sewu,” celoteh Toni Pethak, salah satu teman mereka.
”Piye ta, Plo? Jarene ngerti nggone?!”

Sumber : Solo Pos. (diedit seperlunya)